0341-552180 fisika.fmipa@um.ac.id

Rodiyah, Aisyatur. 2011. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Menggunakan Problem posing Siswa Kelas X.7 SMA Negeri I Kepanjen. Skripsi, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:
(1) Sulur, S.Pd., M.Si., M.TD. (II) Dra. Chusnana Insaf Yogihati, M.Si.

Kata kunci: hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, problem posing.

Berdasarkan observasi yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2011, diketahui pembelajaran di SMA Negeri I Kepanjen menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab dan diskusi sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Keaktifan siswa dalam pembelajaran rendah, saat diajukan pertanyaan oleh guru siswa yang menjawab dan angkat tangan tidak ada atau hanya 1-3 siswa saja. Keterampilan berpikir kritis yang rendah akan berdampak pada hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan kurangnya rerata kelas yaitu sebesar 36,77 dari SKM yang berlaku (≥75). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut diterapkan pembelajaran menggunakan problem posing. Pembelajaran dengan problem posing merupakan suatu bentuk pembelajaran yang menekankan pada kegiatan merumuskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran dengan problem posing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Fisika siswa SMA Negeri I Kepanjen.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-7 yang berjumlah 30 siswa. Data penelitian ini berupa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa diketahui dari hasil tes dan lembar observasi keterampilan berpikir kritis, sedangkan hasil belajar siswa diketahui dari hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan hasil skor siswa mencapai ketuntasan belajar jika telah mencapai skor ≥75 dan daya serap klasikal 85% siswa yang mencapai ≥75.

Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I rata-rata kelas sebesar 77,17 menjadi 79,17 pada sikluls II. Persentase ketercapaian siklus I sebesar 86,67% meningkat menjadi 93,33% pada siklus II. Rata-rata kelas dari hasil evaluasi di setiap siklus mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 81,5 dan hasil belajar pada siklus II sebesar 82,67 dengan peningkatan sebesar 1,17. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 90% dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan problem posing dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa berjalan dengan baik dengan persentase pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 87,5% dan pada siklus II 96,79% sehingga diharapkan guru dapat menerapkan problem posing sebagai variasi dalam pembelajaran Fisika. Keterbatasan penelitian yang hanya menerapkan problem posing pada materi pemuaian dan perpindahan kalor dengan waktu penelitian yang cukup singkat, maka diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada materi yang lain dengan menghadapkan siswa pada masalah-masalah yang ada pada kehidupan sehari-hari pada waktu penelitian yang cukup lama untuk peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.