Monday , June 1 2020
Home / Jurusan / Abstrak Skripsi Mahasiswa / Penerapan Model Siklus Belajar Empirical Abduktive 5E untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-H SMPN 13 Malang.

Penerapan Model Siklus Belajar Empirical Abduktive 5E untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-H SMPN 13 Malang.

Nurwulandari, Nira. 2012. Penerapan Model Siklus Belajar Empirical Abduktive 5E untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-H SMPN 13 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M.S,  (II) Drs. Asim, M.Pd.

Kata kunci: Siklus belajar, empirical abduktive 5E, prestasi belajar, keterampilan proses sains.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMPN 13 Malang menunjukkan bahwa selama ini guru yang mengajarkan mata pelajaran Fisika kelas VIII-H telah mencoba menerapkan variasi metode mulai dari ceramah hingga eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan proses sains. Namun masih mengalami kesulitan dalam implementasinya. Berdasarkan hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa kurang maksimal sedangkan dari kegiatan praktikum terlihat bahwa siswa masih kurang aktif dan ada sebagian siswa yang terlihat bermain dan bergurau dengan temannya saat siswa yang lain melakukan pengamatan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan proses sains. Model pembelajaran yang diterapkan adalah model siklus belajar empirikal abduktif 5E.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis & Mc Taggart. Penelitian dilakukan pada 39 siswa kelas VIII-H dan dilaksanakan di SMPN 13 Malang pada bulan Mei 2012 dengan materi pokok pembiasan cahaya. Instrumen prestasi belajar menggunakan tes yang diberikan pada akhir siklus I dan II sedangkan instrumen penelitian keterampilan proses sains diukur menggunakan skala Likert yang menunjukkan tingkat penguasaan yang dimiliki oleh siswa pada 5 aspek keterampilan proses sains. Soal tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar telah divalidasi oleh dosen Fisika dan guru Fisika SMPN 13 Malang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran siklus belajar empirikal abduktif 5E dapat meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan proses sains. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan prestasi belajar siswa sebesar 2,61% dari sebelum dilakukan tindakan dengan melihat hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) dengan setelah dilaksanakan tes akhir siklus I. Prestasi belajar siswa dari siklus 1 telah meningkat sebesar 1,88% pada siklus II. Keterampilan proses sains meningkat sebesar 6,50% dari siklus I sebesar 74,19% menjadi 80,68% pada siklus II.

Check Also

Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIIF SMPN 18 MALANG.

Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIIF SMPN 18 MALANG.

Sagitha, Ferdi Dwi. 2011. Pemberdayaan Berpikir melalui Pertanyaan (PBMP) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *